Menjawab kekhawatiran range anxiety, BYD M6 DM mengusung konsep Electric-First dengan efisiensi termal mesin mencapai 46,06 persen

Paham akan ragam kebutuhan konsumen, BYD mencoba menawarkan produk selain mobil listrik murni untuk pasar Indonesia. Jawabannya dihadirkan lewat MPV M6 Dual Mode (DM) yang secara powertrain masuk kategori mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Teknologi DM hadir sebagai solusi penengah di problem jarak tempuh dan ketersediaan SPKLU. Inovasi tersebut bukan sekadar mengikuti tren hibrida umum, melainkan menyajikan pendekatan rekayasa teknis radikal sekaligus fungsional menyesuaikan kebutuhan konsumen.

Teknologi PHEV garapan BYD ini sejatinya bukan barang baru atau proyek coba-coba. Mereka telah mengembangkan teknologi DM sejak tahun 2008 silam lewat generasi pertama DM1.0. Kini, BYD M6 yang diniagakan di Indonesia sudah disuntik DM generasi ke-5 (DM5.0) dengan ragam penyempurnaan yang berfokus pada efisiensi dan performa.

“Tentunya, DM selain sebagai jawaban atas permasalahan terkait efisiensi, teknologi ini juga mendukung dari sisi kenyamanan, keandalan, serta reliability selama 2 tahun BYD M6 ada di Indonesia. Kami ingin sampaikan bahwa BYD telah siap untuk mendeliver, me-manage, me-maintenance, termasuk warranty dan guarantee terhadap kendaraan berbasis engine,” kata Luther Panjaitan, Head of PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia di ICE BSD, Rabu (5/8).

Prioritas Sensasi Listrik Murni

Mekanisme kerja arsitektur BYD DM bertumpu pada konsep “Electric-First“. Secara teknis, komponen penggerak dirancang agar motor listrik memikul beban kerja paling dominan atau sebesar 80 persen dalam menggerakkan roda. Formula tersebut menghasilkan karakteristik berkendara instan, halus, sekaligus senyap layaknya sebuah mobil listrik murni. Penyematan baterai berkapasitas besar memastikan kinerja harian terasa identik dengan sensasi mengemudikan EV.

“Pada saat ini BYD M6 DM mampu menempuh jarak hingga 110 km dalam kondisi full baterai, dan akan kembali mengisi daya (self charging) di sekitar baterai 25 persen,” kata Bobby Bharata, Head of Product BYD Motor Indonesia pada kesempatan yang sama.

Strong dan Smart PHEV

Secara klasifikasi, Dual Mode masuk jajaran hybrid strong dengan cara kerja Plug-in Hybrid. Artinya, baterai dari BYD M6 DM bisa di-charge layaknya BEV. Untuk pasar Indonesia, M6 DM hadir dalam dua kapasitas baterai yang berbeda, yakni 7,4 kWh (varian Classic) serta 18,3 kWh (varian Cross). Masing-masing baterai bisa berkendara secara full EV sejauh 40-45 km dan 100-110 km dalam keadaan baterai penuh.

Mode powertrain pada BYD M6 DM pada dasarnya bekerja secara pintar. Pertama tentu Mode EV, bisa digunakan ketika SOC (State of Charge) baterai berada di atas 25 persen. Skema ini sangat ideal menembus kepadatan lalu lintas kota, menghasilkan nol emisi tanpa menguras bahan bakar fosil.

Lalu ada Mode HEV Series, modus ini akan bekerja pada posisi baterai di bawah batas SOC, mesin bensin otomatis menyala. Uniknya, unit mekanis tersebut tidak terhubung ke roda, melainkan aktif sebagai generator pengisi daya baterai. Gerak kendaraan tetap dipikul motor listrik, sebuah formula ideal untuk kecepatan rendah hingga sedang.

Dan terakhir Mode HEV Parallel. Umumnya akan bekerja pada posisi baterai rendah atau ketika melakukan akselerasi. Mesin dan motor listrik bakal bekerja bersamaan untuk menggerakkan roda, termasuk melakukan self-charging sembari mengisi daya baterai.

Tiga Jenis Dual Mode BYD

BYD menyadari karakter setiap pemilik kendaraan berbeda-beda. Oleh sebab itu, teknologi DM dikelompokkan ke dalam tiga varian spesifik sesuai kebutuhan konsumen:

  • DM-i: Opsi yang memprioritaskan efisiensi berkendara secara ekstrem, dirancang menekan konsumsi bahan bakar serendah mungkin untuk mobilitas harian.
  • DM-p: Varian yang menitikberatkan pada sektor performa, menyuguhkan dinamika berkendara tinggi serta limpahan tenaga responsif.
  • DMO: Konfigurasi khusus medan berat (off-road), dikembangkan demi memenuhi kebutuhan ketangguhan tinggi pada berbagai situasi ekstrem alam terbuka.

BYD M6 DM dengan Penyesuaian Jalan Indonesia

Saat ini BYD Motor Indonesia baru menawarkan teknologi DM-i yang tersaji pada BYD M6. Dari lembar spesifikasi, sistem DM 5.0 yang ada pada mobil ini mengombinasikan mesin bensin 1.5L bertenaga 72 kW dengan torsi puncak 125 Nm, lalu disandingkan bersama motor EHS 5.0 berkekuatan hingga 15.000 rpm. Keunggulan mekanis terlihat dari efisiensi termal mesin bensin yang mencapai 46,06 persen, menempatkannya di jajaran puncak industri otomotif global saat ini.

Pencapaian teknologi tersebut berimbas langsung pada tingkat keiritan bahan bakar yang diklaim tembus hingga 65 km per liter. Apabila kapasitas bensin dan daya baterai berada di posisi 100%, total jarak jelajah gabungannya disebut BYD mampu berkendara hingga 1.800 km.

Performa ganda ini dinilai sangat pas dengan karakteristik berkendara di Tanah Air. Pemilik kendaraan bisa merasakan efisiensi biaya harian layaknya mengendarai mobil listrik murni, di sisi lain tetap leluasa melakukan perjalanan luar kota jarak jauh tanpa perlu cemas menghadapi antrean panjang di stasiun pengisian daya atau terbatasnya titik SPBU. (KIT/ODI)

Sumber: www.oto.com